Search


Click here to search for scholarships at ScholarshipExperts.com

Subscription

Subscribe to Indonesian Scholarship by Email

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner

Recent Posts

Links

Archives

ShoutBox


Free shoutbox @ ShoutMix

Bloggers


« Phd Dynamics of infectious diseases: mathematical modelling and experiments | Main | Assocation for Women in Science (AWIS) Predoctoral Awards »

Persiapan setelah diterima di Taiwan

By team | June 22, 2007

Perkembangan jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Taiwan baik S1, S2, dan S3 semakin meningkat. Hal ini didukung oleh banyaknya beasiswa yang ditawarkan oleh pihak pemerintah Taiwan termasuk pihak universitas di Taiwan.
Bagi calon mahasiswa yang telah dinyatakan di terima oleh pihak universitas di Taiwan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan diurus sehubungan dengan persiapan keberangkatan ke Taiwan.
Berdasarkan pengalaman dari beberapa rekan-rekan yang pernah melalui prosedur ini, kami tuliskan rangkuman persiapan yang harus dilakukan sebelum menempuh pendidikan di negeri Formosa yaitu :
1. Medical Check up. Pelaksanaan medical check up tergantung dari pihak universitas, ada yang minta dilaksanakan sebelum pendaftaran dan ada pula yang dilaksanakan setelah benar2 diterima oleh universitas yang bersangkutan. Untuk medical Check up bagi yang berdomisili di Surabaya bisa dilaksanakan di RSUD dr. Soetomo ataupun di Rumah sakit Haji Surabaya. Sebagai referensi pada tahun 2006, medical checkup di RSUD dr. Soetomo memerlukan biaya sampai dengan kurang lebih Rp.400 ribu rupiah. Pihak rumah sakit bisa membuatkan surat keterangan sehat (form berbahasa Inggris untuk ke Taiwan).

2. Urusan Administrasi meliputi legalisir ijasah dan transkrip dengan langkah-langkah sebagai berikut (biaya yang diperlukan ini adalah pada tahun 2006, bisa berubah sewaktu-waktu):
a. Siapkah ijasah dan transkrip akademik asli dalam bahasa Inggris (untuk program master, siapkan dokumen S1 dan untuk S3 siapkan dokumen S1 dan S2). Beberapa universitas bisa mengeluarkan ijasah ini dengan mengurus ke bagian tata usaha di jurusan. Jika pihak universitas tidak menyediakan ijasah bahasa Inggris, terjemahkan ijasah dan transkrip ke penerjemah tersumpah. Di Surabaya ada penerjemah tersumpah di jalan Biliton. Harga perdokumen relative mahal yaitu sekitar 100 – 300 ribu rupiah, tergantung dimana kita menerjemahkan
b. Fotocopy dan legalisir dokumen pada nomer 2a (rangkap satu atau 2). Sertakan lembar contoh specimen tanda-tangan pihak yang melegalisir seperti contoh berikut.
Contoh specimen tanda-tangan

No Nama NIP Jabatan Spesimen TT Stempel Institusi

Hal tersebut ditujukan untuk meyakinkan pihak Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia (Depkumham) kalau legalisasi kita benar. Atau bisa juga dilakukan legalisasi ke notaries dengan membayar perlembarnya sekitar 10 ribu rupiah. Jika keduanya tidak ada pihak Depkumham akan meminta kita melegalisir ke notaries mereka dengan biaya sekitar 75 ribu rupiah perlembarnya.
c. Bawa dokumen di atas ke Depkumham bagian legalisasi, 2-3 hari kerja dan biaya Rp 5000 per dokumen (tarif 2006). Alamat Depkumham : Jl HR Rasuna Said kav. 6-7 Jakarta Selatan
d. Selesai di Depkumham, bawa dokumen ke Deplu, 2 hari kerja dan biaya Rp 10.000 per dokumen (tarif 2006). Alamat Deplu : Jalan Pejambon No.6 Jakarta Pusat 10110 telp. (021) 344 1508
e. Selesai dari Deplu, dokumen sudah bisa di legalisir TETO, 1 minggu selesai dan biaya Rp 142.500 per dokumen (tarif 2006).
f. Setelah legalisir selesai, segera kirim dokumen tersebut ke universitas Taiwan, biasanya TETO akan kontak universitas Taiwan sebelum mengeluarkan visa resident untuk tujuan sekolah.
3. Surat no 2 bisa diurus melalui biro perjalanan atau orang lain yang menyediakan jasa pengurusan. Kalau diurus sendiri pengalaman rekan-rekan di Surabaya plus biaya perjalanan pp habis sekitar 2.5 juta rupiah. Jika diurus melalui biro mungkin hampir sama. Tetapi perlu berhati-hati dan carilah biro yang bisa dipercaya.

4. Setelah semua perlengkapan selesai, bagi yang mendapatkan beasiswa siap berangkat usahakan untuk membawa uang untuk biaya hidup paling tidak 2 bulan sebagai cadangan jika beasiswa tidak langsung keluar pada bulan kedatangan. Uang yang diperlukan sekitar 3-5 juta rupiah atau sekitar 20 ribu NTD.
5. Usahakan mengontak pihak universitas atau organisasi di Taiwan untuk penjemputan jika diperlukan.

Untuk tiket pesawat, menurut rekan-rekan mahasiswa di Taiwan, sebaiknya beli tiket one way di Indonesia, ketika liburan beli tiket 2 ways dari Taiwan, harganya lebih murah dibandingkan jika beli tiket 2 ways dari Indonesia.

Topics: Taiwan, Tips 'n Trick |

Related Posts

2 Responses to “Persiapan setelah diterima di Taiwan”

  1. Beasiswa untuk belajar di Taiwan « Catatan Kecil dari Perjalanan Panjang Says:
    June 22nd, 2007 at 23:06

    [...] Untuk teman-teman yang sudah diterima dan sedang mengurus perlengkapan bisa lihat di http://indonesianscholarship.com/2007/06/22/persiapan-setelah-diterima-di-taiwan/ sepertinya informasinya cukup lengkap [...]

  2. Persiapan setelah diterima di Taiwan at :::: Kampus Tembalang [dot] com :::: Says:
    June 23rd, 2007 at 13:12

    [...] More: continued here « Bank BCA Syariah Professional Financial Planner » [...]

Comments